Pertolongan Pertama Pada Luka Terbuka
Dalam kehidupan sehari-hari
pastinya bukan hal yang tidak mungkin jika kita mengalami luka, misalkan saat
naik sepeda terjatuh sehingga mengalami goresan atau luka di lutut karena
terkena aspal, kemudian saat memotong bawang tidak sengaja terkena pisau.
Setidaknya Anda pasti pernah mengalami luka terbuka sekali dalam seumur hidup.
Semoga kita semua selalu dijauhkan
dari luka, tapi bagaimana jika kita, teman, ataupun keluarga mengalaminya,
Langkah apa yang harus kita lakukan untuk melakukan pertolongan pertama?
Sebelumnya kita wajib tau
jenis-jenis luka terbuka itu apa saja.
Jenis-jenis luka terbuka yang umum
dialami:
1.
Luka
abrasi
Luka
abrasi adalah jenis luka yang terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan
kasar atau keras, misalnya jalanan beraspal. Contoh luka abrasi adalah saat
Anda terjatuh dari motor atau sepeda. Walaupun tidak menimbulkan banyak
perdarahan, jenis luka ini perlu dibersihkan dengan benar agar terhindar dari
infeksi.
2.
Luka
laserasi
Luka
laserasi adalah jenis luka robek atau goresan ringan, tetapi bisa juga berupa
luka yang dalam dengan bentuk tidak teratur. Beberapa contoh luka laserasi
adalah tergores pisau atau benda tajam lainnya dan luka akibat kecelakaan
kerja. Pada kasus luka laserasi yang dalam, perdarahan yang timbul bisa lebih
cepat dan meluas.
3.
Luka
sayatan
Luka
sayatan biasanya disebabkan oleh tusukan benda yang ujungnya runcing, seperti
paku atau jarum.
4.
Luka
avulsi
Luka
avulsi adalah robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya.
Beberapa contoh luka avulsi, di antaranya luka robek yang terjadi akibat
tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian. Umumnya darah yang
keluar akibat jenis luka ini sangat cepat dan banyak sehingga dibutuhkan penanganan
medis dengan segera.
Apabila luka tergolong ringan, ada
beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri untuk membersihkan
dan merawat luka, sekaligus mencegah terjadinya infeksi pada luka:
1.
Cuci
tangan sebelum membersihkan luka
Sebelum
menyentuh atau membersihkan luka, pastikan tangan dalam kondisi yang bersih dan
steril. Cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, agar luka tidak
terkontaminasi oleh kuman dan kotoran dari tangan.
2.
Hentikan
perdarahan
Jika
luka masih mengeluarkan darah, hentikan perdarahan dengan cara menekan luka
dengan kain kasa atau kain bersih secara perlahan. Tekan selama beberapa menit
hingga perdarahan berhenti.
3.
Bersihkan
luka
Setelah
perdarahan berhenti, bersihkan luka dengan cairan steril yang bersifat
isotonis, seperti larutan saline (NaCl 0,9%), atau air steril (aqua bidest)
yang dialirkan secara perlahan. Apabila pada luka terdapat kotoran yang
menempel, bersihkan secara perlahan menggunakan pinset yang sudah disterilkan.
Penggunaan sabun hanya untuk area sekitar luka, karena berisiko menyebabkan
iritasi apabila mengenai luka.
4.
Cermat
memilih antiseptic
Pemakaian
antiseptik yang mengandung alkohol, hidrogen peroksida, atau iodine tidak
disarankan untuk membersihkan luka, karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa
perih, serta memperlambat proses penyembuhan. Sebagai gantinya, larutan
antiseptik yang mengandung polyhexamethylene biguanide (PHMB) dapat menjadi
pilihan. Antiseptik jenis ini dapat digunakan sebagai pembersih luka dan aman
untuk jaringan kulit, sehingga tidak mengiritasi dan menghambat penyembuhan
luka. Selain itu, PHMB juga tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak perih saat
digunakan.
5.
Gunakan
perban dengan tepat
Untuk
membantu proses penyembuhan, balutlah luka dengan perban menggunakan ukuran
yang sesuai. Hal ini bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan menjaga luka dari
penyebab infeksi.
6.
Ganti
perban secara rutin
Untuk luka yang dibalut perban, perhatikan kebersihannya dengan baik. Anda disarankan untuk mengganti perban secara rutin, terutama saat kondisi perban telah kotor atau basah.
Lakukan cara perawatan luka di atas, sambil tetap menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. Jika cara-cara tersebut telah diterapkan namun luka tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter. Terlebih jika area sekitar luka mengalami memar, pembengkakan, rasa sakit yang semakin parah, atau luka menjadi berair, karena hal-hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa luka mengalami infeksi.
Perlu
diperhatikan, penanganan luka diatas hanya untuk luka ringan yang bisa
dilakukan sendiri di rumah. Jika luka menyebabkan perdarahan yang parah dan
berlangsung lebih dari 20 menit, Anda disarankan untuk segera mencari perawatan
medis terdekat untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.
Kenali
tanda-tanda infeksi pada luka!
Infeksi
luka bisa terjadi karena adanya pengendapan mikroorganisme dari paparan
lingkungan luar di area luka. Mikroorganisme seperti kuman dan bakteri ini
kemudian menggandakan diri dan masuk ke dalam luka.
Mikroorganisme tersebut dapat masuk melalui beberapa cara, di antaranya adalah kontak langsung, misalnya saat tangan yang belum dibersihkan menyentuh luka, penyebaran melalui udara yang terkontaminasi dan mengendap di luka, atau kontaminasi sendiri dari bakteri yang sudah ada pada kulit yang masuk ke dalam luka.
Jika terjadi infeksi apa
yang harus saya lakukan?
Gunakan kompres yang direndam air
asin hangat (2 sendok teh garam per satu liter air) selama 15 menit 3 kali
sehari. Keringkan daerah secara menyeluruh setelah dikompres. Jangan pernah
merendam luka yang dijahit karena akan meningkatkan risiko infeksi.
Kapan saya harus ke dokter?
Segera
hubungi dokter jika:
1.
Luka
sangat sakit
2.
Mengalami
demam tinggi (lebih dari 38°C).
3.
Garis
merah muncul di area yang luka
4.
Infeksi
luka terjadi pada area wajah.
Meski tidak sedarurat gejala di
atas, Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter jika:
1.
Ada
nanah di luka, atau ada nanah mengalir dari tempat luka
2.
Ada
jerawat mulai muncul di luka yang dijahit
3.
Luka
menjadi lebih sakit pada hari kedua
4.
Bagian
kemerahan di kulit mulai menyebar
5. Anda merasa keadaan Anda semakin parah
Luka sekecil apapun tidak boleh
kita sepelekan, selain penanganannya yang wajib kita lakukan adalah menjaga
kebersihannya agar tidak terjadi infeksi.
Terima kasih, semoga bermanfaat 😊
Daftar pustaka:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/pertolongan-pertama/infeksi-pada-luka/#gref
https://hellosehat.com/hidup-sehat/pertolongan-pertama/tanda-luka-infeksi/#gref
https://www.alodokter.com/seperti-ini-cara-mencegah-infeksi-pada-luka
https://www.sehatq.com/artikel/ketahui-cara-membersihkan-luka-terbuka-yang-benar-agar-tidak-infeksi

23 Comments
Materinyaaa😍😍😍
REPLYMantappp sangat bermanfaat
REPLYSangat membantu sekali kak
REPLYInformasi yang sangat membantu
REPLYTerimakasih informasinya kak
REPLYMantab kak materi nya
REPLYBermanfaat bgt kak
REPLYMenarik
REPLYBermanfaat sekale kak 🤩
REPLYmantul kak🤩
REPLYmantap kak
REPLYMantap
REPLYMantap kak
REPLYTerima kasih kak ilmunya😍
REPLYTerima kasih info materinya☺
REPLYUh ahh sangat mantapphh��
REPLYKeren banget
REPLYSukses selalu kak
REPLYMantab terimakasih kak
REPLYMantap kak
REPLYTerimakasih kak sangat bermanfaat
REPLYTerimakasih kak materinya sangat membantu
REPLYMantap kak
REPLY