Minggu, 08 November 2020

 

Dalam kehidupan sehari-hari pastinya bukan hal yang tidak mungkin jika kita mengalami luka, misalkan saat naik sepeda terjatuh sehingga mengalami goresan atau luka di lutut karena terkena aspal, kemudian saat memotong bawang tidak sengaja terkena pisau. Setidaknya Anda pasti pernah mengalami luka terbuka sekali dalam seumur hidup.

Semoga kita semua selalu dijauhkan dari luka, tapi bagaimana jika kita, teman, ataupun keluarga mengalaminya, Langkah apa yang harus kita lakukan untuk melakukan pertolongan pertama?

Sebelumnya kita wajib tau jenis-jenis luka terbuka itu apa saja.

Jenis-jenis luka terbuka yang umum dialami:

1.       Luka abrasi

Luka abrasi adalah jenis luka yang terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan kasar atau keras, misalnya jalanan beraspal. Contoh luka abrasi adalah saat Anda terjatuh dari motor atau sepeda. Walaupun tidak menimbulkan banyak perdarahan, jenis luka ini perlu dibersihkan dengan benar agar terhindar dari infeksi.

2.       Luka laserasi

Luka laserasi adalah jenis luka robek atau goresan ringan, tetapi bisa juga berupa luka yang dalam dengan bentuk tidak teratur. Beberapa contoh luka laserasi adalah tergores pisau atau benda tajam lainnya dan luka akibat kecelakaan kerja. Pada kasus luka laserasi yang dalam, perdarahan yang timbul bisa lebih cepat dan meluas.

3.       Luka sayatan

Luka sayatan biasanya disebabkan oleh tusukan benda yang ujungnya runcing, seperti paku atau jarum.

4.       Luka avulsi

Luka avulsi adalah robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya. Beberapa contoh luka avulsi, di antaranya luka robek yang terjadi akibat tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian. Umumnya darah yang keluar akibat jenis luka ini sangat cepat dan banyak sehingga dibutuhkan penanganan medis dengan segera.

Apabila luka tergolong ringan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri untuk membersihkan dan merawat luka, sekaligus mencegah terjadinya infeksi pada luka:

1.       Cuci tangan sebelum membersihkan luka

Sebelum menyentuh atau membersihkan luka, pastikan tangan dalam kondisi yang bersih dan steril. Cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, agar luka tidak terkontaminasi oleh kuman dan kotoran dari tangan.

2.       Hentikan perdarahan

Jika luka masih mengeluarkan darah, hentikan perdarahan dengan cara menekan luka dengan kain kasa atau kain bersih secara perlahan. Tekan selama beberapa menit hingga perdarahan berhenti.

3.       Bersihkan luka

Setelah perdarahan berhenti, bersihkan luka dengan cairan steril yang bersifat isotonis, seperti larutan saline (NaCl 0,9%), atau air steril (aqua bidest) yang dialirkan secara perlahan. Apabila pada luka terdapat kotoran yang menempel, bersihkan secara perlahan menggunakan pinset yang sudah disterilkan. Penggunaan sabun hanya untuk area sekitar luka, karena berisiko menyebabkan iritasi apabila mengenai luka.

4.       Cermat memilih antiseptic

Pemakaian antiseptik yang mengandung alkohol, hidrogen peroksida, atau iodine tidak disarankan untuk membersihkan luka, karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa perih, serta memperlambat proses penyembuhan. Sebagai gantinya, larutan antiseptik yang mengandung polyhexamethylene biguanide (PHMB) dapat menjadi pilihan. Antiseptik jenis ini dapat digunakan sebagai pembersih luka dan aman untuk jaringan kulit, sehingga tidak mengiritasi dan menghambat penyembuhan luka. Selain itu, PHMB juga tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak perih saat digunakan.

5.       Gunakan perban dengan tepat

Untuk membantu proses penyembuhan, balutlah luka dengan perban menggunakan ukuran yang sesuai. Hal ini bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan menjaga luka dari penyebab infeksi.

6.       Ganti perban secara rutin

Untuk luka yang dibalut perban, perhatikan kebersihannya dengan baik. Anda disarankan untuk mengganti perban secara rutin, terutama saat kondisi perban telah kotor atau basah.

Lakukan cara perawatan luka di atas, sambil tetap menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. Jika cara-cara tersebut telah diterapkan namun luka tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter. Terlebih jika area sekitar luka mengalami memar, pembengkakan, rasa sakit yang semakin parah, atau luka menjadi berair, karena hal-hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa luka mengalami infeksi.

Perlu diperhatikan, penanganan luka diatas hanya untuk luka ringan yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Jika luka menyebabkan perdarahan yang parah dan berlangsung lebih dari 20 menit, Anda disarankan untuk segera mencari perawatan medis terdekat untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Kenali tanda-tanda infeksi pada luka!

Infeksi luka bisa terjadi karena adanya pengendapan mikroorganisme dari paparan lingkungan luar di area luka. Mikroorganisme seperti kuman dan bakteri ini kemudian menggandakan diri dan masuk ke dalam luka.

Mikroorganisme tersebut dapat masuk melalui beberapa cara, di antaranya adalah kontak langsung, misalnya saat tangan yang belum dibersihkan menyentuh luka, penyebaran melalui udara yang terkontaminasi dan mengendap di luka, atau kontaminasi sendiri dari bakteri yang sudah ada pada kulit yang masuk ke dalam luka.

Jika terjadi infeksi apa yang harus saya lakukan?

Gunakan kompres yang direndam air asin hangat (2 sendok teh garam per satu liter air) selama 15 menit 3 kali sehari. Keringkan daerah secara menyeluruh setelah dikompres. Jangan pernah merendam luka yang dijahit karena akan meningkatkan risiko infeksi.

Kapan saya harus ke dokter?

Segera hubungi dokter jika:

1.       Luka sangat sakit

2.       Mengalami demam tinggi (lebih dari 38°C).

3.       Garis merah muncul di area yang luka

4.       Infeksi luka terjadi pada area wajah.

Meski tidak sedarurat gejala di atas, Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter jika:

1.       Ada nanah di luka, atau ada nanah mengalir dari tempat luka

2.       Ada jerawat mulai muncul di luka yang dijahit

3.       Luka menjadi lebih sakit pada hari kedua

4.       Bagian kemerahan di kulit mulai menyebar

5.       Anda merasa keadaan Anda semakin parah

Luka sekecil apapun tidak boleh kita sepelekan, selain penanganannya yang wajib kita lakukan adalah menjaga kebersihannya agar tidak terjadi infeksi.

Terima kasih, semoga bermanfaat 😊

Daftar pustaka: 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/pertolongan-pertama/infeksi-pada-luka/#gref


23 Comments

Informasi yang sangat membantu

REPLY

Terima kasih kak ilmunya😍

REPLY

Terima kasih info materinya☺

REPLY

Uh ahh sangat mantapphh��

REPLY

Terimakasih kak materinya sangat membantu

REPLY

Stay Safe and Healthy . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates