Menu Diet Untuk Hipertensi
DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)
Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian.
Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh, yaitu pembuluh darah utama dalam tubuh. Tekanan ini tergantung pada resistensi pembuluh darah dan seberapa keras jantung bekerja. Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempit arteri, maka semakin tinggi tekanan darah.
Hipertensi dapat diketahui dengan cara rajin memeriksakan tekanan darah. Untuk orang dewasa minimal memeriksakan darah setiap lima tahun sekali.
Hasil tekanan darah ditulis dalam dua angka. Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. Angka kedua (diastolik) mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.
Apa sih DASH itu?
Diet DASH merupakan diet
yang dirancang untuk mencegah lonjakan tekanan darah, sehingga dapat
mengatasi dan mencegah hipertensi. Diet ini menyarankan pelaku diet untuk
mengonsumsi makanan rendah garam dan makanan yang mengandung nutrisi tertentu
seperti kalium, kalsium, dan mangnesium yang efektif menurunkan tekanan darah.
Diet ini menekankan pada pola makan rendah garam namun tetap mengandung nutrisi seimbang, sehingga tidak hanya mampu mencegah hipertensi saja, tapi juga mengurangi risiko terkena penyakit lain seperti jantung, stroke, diabetes, osteoporosis, batu ginjal, dan kanker.
Bagaimana cara menjalani diet DASH untuk penderita hipertensi?
Kunci dari menerapkan diet DASH adalah memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan serta menghindari makanan yang menjadi penyebab hipertensi. Hal ini perlu dilakukan dengan konsisten dan teratur dalam keseharian Anda.
Anda pun perlu menerapkan gaya hidup sehat lainnya, seperti olahraga untuk hipertensi, mengurangi stres, serta tidak merokok, agar dapat menurunkan tekanan darah secara optimal. Bukan tidak mungkin, dokter bisa saja berhenti meresepkan obat hipertensi bila diet dan pola hidup sehat ini telah memberikan hasil yang positif pada kesehatan Anda.
Namun, bagaimana menjalani diet DASH yang tepat? Berikut panduannya untuk Anda:
1. Kurangi garam pada masakan
Sebagian bagian besar penderita hipertensi mengalami hipertensi primer atau esensial. Jenis hipertensi ini tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli meyakini salah satu penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi garam.
Garam menyebabkan hipertensi bila dikonsumsi secara berlebihan. Asupan garam (natrium) yang tinggi dapat menimbulkan retensi cairan atau tertahannya air di dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan volume air dalam pembuluh darah meningkat sehingga tekanan di pembuluh darah pun naik. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu mengurangi asupan garam, termasuk ketika menjalani diet DASH.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk mengonsumsi garam atau natrium tidak lebih dari 2.300 mg atau setara dengan satu sendok teh per hari. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi, penggunaan garamnya perlu lebih rendah, yaitu tidak lebih dari 1.500 mg per hari.
Adapun hal paling mudah dalam mengurangi asupan garam pada diet hipertensi, yaitu membuat masakan sendiri dan mengurangi garam pada masakan tersebut. Saat memasak, sebaiknya kurangi garam, termasuk garam meja, MSG, pelunak daging, berbagai macam kecap dan saus, acar, dan lainnya yang mengandung natrium tinggi.
Untuk menggantinya, Anda bisa menambahkan bahan-bahan lain, seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, daun salam, sereh, lemon, cuka, merica, atau lada hitam. Anda juga bisa menambahkan jeruk, lemon, jeruk nipis, nanas, atau cuka sebagai bumbu untuk masakan daging dalam menu diet hipertensi.
2. Hindari makanan kaleng atau olahan
Selain mengurangi garam pada masakan, Anda pun perlu menghindari makanan olahan atau makanan dalam kemasan, termasuk makanan kalengan dan makanan instan, dan makanan cepat saji. Jenis makanan ini mengandung natrium yang tinggi sehingga berbahaya bagi kesehatan Anda.
Sebaiknya Anda juga membatasi minum minuman ringan karena minuman ini pun mengandung garam tambahan. Jika Anda ingin membeli makanan beku, pilihlah yang mengandung natrium sekitar 600 mg atau kurang.
3. Baca label makanan saat membeli makanan kemasan
Saat menjalani diet rendah garam atau natrium, Anda masih mungkin untuk mengonsumsi makanan kemasan. Namun, pastikan kebutuhan natrium/garam harian Anda tidak melebihi batas ideal yang direkomendasikan.
Untuk memastikannya, Anda perlu mengecek atau membaca informasi nilai gizi setiap Anda akan membeli makanan dalam kemasan. Anda akan menemukan berapa kandungan garam atau natrium pada produk makanan kemasan tersebut.
Pilihlah makanan yang mengandung natrium rendah (140 mg atau kurang per sajian) atau bebas natrium (kurang dari 5 mg per sajian). Biasanya dalam satu bungkus makanan kemasan tersaji lebih dari satu sajian. Untuk mengetahuinya, Anda bisa lihat jumlah sajian per kemasan. Kemudian, Anda dapat membagi jumlah natrium yang terkandung dalam satu kemasan dengan jumlah sajian per kemasan tersebut.
4. Konsumsi dalam jumlah porsi yang tepat
Diet hipertensi atau diet DASH menekankan pada pentingnya mengonsumsi makanan kaya serat, protein, vitamin, dan mineral. Meski demikian, Anda tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Anda perlu mengonsumsinya dalam jumlah porsi atau sajian yang tepat, tidak berlebih dan tidak kurang.
Berikut jenis makanan yang bisa Anda konsumsi saat diet DASH beserta dengan jumlah porsi yang bisa Anda terapkan dalam menu harian Anda. Jumlah porsi ini berdasarkan batas kalori harian pada diet DASH, yaitu sebesar 2.000 kalori per hari.
a. Biji-bijian utuh atau produk biji-bijian utuh
Biji-bijian utuh atau produk biji-bijian utuh perlu
dikonsumsi sebanyak 6-8 porsi. Adapun satu porsi biji-bijian setara dengan satu
potong roti gandum, 1 ons atau 28 gram sereal kering, atau setengah cangkir
sereal matang, nasi dari beras coklat, atau pasta.
Sayuran perlu dikonsumsi sebanyak 4-5 porsi setiap hari.
Adapun satu porsi sayuran setara dengan satu cangkir sayuran hijau mentah,
setengah cangkir sayuran matang, atau 6 ons (177 ml) jus sayuran. Sayuran yang
direkomendasikan, yaitu tomat, wortel, brokoli, dan sayuran hijau lain.
Buah perlu dikonsumsi sebanyak 4-5 porsi setiap hari. Adapun
satu porsi buah setara dengan 1 buah berukuran medium, seperempat cangkir buah
kering, seperti kurma, setengah cangkir buah yang sudah dipotong baik itu buah
segar, beku, atau buah kaleng, atau 6 ons (177 ml) jus buah.
Produk susu rendah lemak atau bebas lemak perlu dikonsumsi
sebanyak 2-3 porsi setiap hari. Adapun satu porsi produk susu setara satu gelas
susu, 1 cangkir yoghurt, atau 1,5 ons (42 gram) keju. Jenis keju yang memiliki
rendah natrium diantaranya krim keju, ricotta, dan mozzarella.
Daging, unggas, dan ikan perlu dikonsumsi sebanyak tidak
lebih dari dua porsi setiap hari. Adapun satu porsi jenis makanan ini setara
dengan satu telur atau 1 ons (28 gram) daging yang sudah matang.
Kacang-kacangan, biji-bijian, dan kacang-kacangan kering
perlu dikonsumsi sebanyak 4-5 porsi per minggu. Adapun satu porsi
kacang-kacangan dan biji-bijian setara dengan sepertiga cangkir
kacang-kacangan, dua sendok makan biji-bijian atau pasta kacang, atau setengah
cangkir kacang polong. Makanan yang direkomendasikan pada jenis ini, seperti
almond, biji bunga matahari, kacang merah, kacang polong, dan lainnya.
Lemak dan minyak perlu dikonsumsi sebanyak 2-3 porsi setiap
hari. Adapun satu porsi minyak setara dengan satu sendok teh mentega, satu
sendok makan mayonaise, 2 sendok makan isalad dressing, atau satu sendok teh
minyak sayur.
Makanan manis perlu dibatasi hingga kurang dari 5 porsi per minggu. Adapun satu porsi makanan manis setara dengan satu sendok makan gula, agar-agar, atau selai, atau satu cangkir limun.
Daftar Pustaka:
https://hellosehat.com/jantung/hipertensi/diet-hipertensi/#gref
https://www.alodokter.com/diet-dash-untuk-penderita-hipertensi
https://www.halodoc.com/kesehatan/hipertensi


77 Comments
Bermanfaat sekali kaka
REPLYTerimakasih kak materi sangat membantu
REPLYBermanfaat sekali kak materinya
REPLYMasuk kaka
REPLYmanteppp kak
REPLYMantap kakk
REPLYMantap
REPLYSangat bermanfaat kak
REPLYmantul dehπ
REPLYTerimakasih kak sangat bermanfaat sekali
REPLYMantap kak
REPLYMantap kak sangat bermanfaat
REPLYMantab kak
REPLYMantab kak
REPLY✊ Terima kasih
REPLYManatp kak
REPLYmakasih kak bermanfaat bagi saya
REPLYSemoga ilmunya bermanfaat
REPLYMantab makasih kak ilmunya
REPLYMaturnuwun kak informasinya sangat bermanfaat
REPLYThankyou untuk informasinya π₯°
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYSiap kak hehe
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak sangat membantu
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYSiap, Terimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYAminn kak π
REPLYTerimakasih kak π
REPLYSami", matur suwun kembali
REPLYMaterinya sangat bermanfaat kak
REPLY
REPLYTerimakasih kak, materinya sangat bermanfaat
Sangat membantu sekali kak
REPLYMantap kaaaa sangat bermanfaat
REPLYMantap kaaaa sangat bermanfaat
REPLYMantappp kakak semangat kuliahnya kak
REPLYbermanfaat sekaliππ»
REPLYRasanya..ah mantap..
REPLYMakasi kak sangat membantu π
REPLYMakasih kak erin
REPLYAh mantap
REPLYBermanfaat sekale mbak
REPLYNaise lah
REPLYSemoga bermanfaat ya kak
REPLYMakasi kak π
REPLYMakasi kak fatma
REPLYSemoga bermanfaat ya kak
REPLYSangat bermanfaatπ
REPLYMakasi kak ade
REPLYMakasi kembali kak
REPLYMantap kak
REPLYMakasi kak retno
REPLYπ
REPLYMakasi ya kak
REPLYMakasi mbak Ana
REPLYMakasi kak π
REPLYTerima kasih kk π
REPLYMakasi kak π
REPLYMantapp kak
REPLYMantap kak bermanfaat sekali
REPLYSangat bermanfaat kak
REPLYMenarik
REPLYTerimakasih kak sangat bermanfaat
REPLYMantap kak materinya sangat menarik
REPLYSemangat kak
REPLY